Kamis, 29 November 2012

cerpen "ARTI KEMENANGAN"

ARTI KEMENANGAN
by : Hana Myori S


Bulan  Februari ini memang sedang diadakan tournamen futsal  di kota tempat tinggal Dion. “LION” itulah nama regu Futsal yang di kapteni oleh Dion. Dion adalah salah satu pemain futsal yang dijagokan di sekolahnya maupun pada regu Lion.  Nama Dion mulai melejit ketika ia berlaga melawan regu Eagle yang terkenal sangat jago, dan ia memasukan 5 Goal membuat regu Eagle jatuh dan mengangkat nama Lion di kotanya.
Namun, disamping itu ia kasar dalam bermain, walaupun hebat dalam prestasinya, ia tak pernah membantu temannya ketika ada yang terjatuh, ia selalu memarahi dan memaksanya untuk main lagi. Jika ia membuat pemain lain jatuh, ia tak pernah membantunya bangkit lagi, ia juga sangat sombong dan selalu membangga-banggakan dirinya dan membuat oranglain risih pada dirinya.
“liat dong gue!Jangan kaya si Ari, disenggol dikit jatoh, ah cemen!”, katanya pada teman-temannya.
“jangan gitu dong yon, lu kan tau Ari lagi sakit, harusnya lu ngerti dong! Kan lo yang maksa dia main futsal kemarin”, jawab Rifky yang kemudian meminum air putih pada botol minum hijaunya
“tau sombong amet, ngertiin temennya dikit kenapa!” tambah Zidan, yang berada di samping Rifky
Ketika itu mereka memang sedang di kantin, kantin sekolahnya terbilang besar dan cukup untuk memasukan semua anak kelas di sekolahnya. Mereka duduk di depan tukang siomay yang sudah tersedia disana. Suasanya agak sepi karena memang hari itu hari sabtu yang merupakan hari eskul dan tidak ada KBM berlangsung. mereka sedikit berdebat tentang masalah Ari, teman Dion yang pada saat bermain terjatuh dan tersengap-sengap membuat semua orang panik melihatnya, namun Dion hanya melihat dari kejauhan dan bertolak pinggang. Itu membuat teman-temannya kesal. Sebenarnya Ari tidak akan ikut tournament karena kondisinya sedang tidak fit sejak 2 hari sebelum tournament, namun Dion memaksanya ikut karena ini tournament. Ari sudah menolak tapi Dion mencekam Ari apabila ia tidak ikut maka ia akan dikeluarkan dari  regu Lion,  itulah yang membuat Ari terpaksa bermain di tournament futsal.
Minggu depan,  Lion akan melawan Cheetah, club no 2 di kota itu setelah Eagle yang dibuat jatuh oleh Lion. Seperti biasa, Dion memaksa teman-temannya latihan dilapangan sekolahnya tanpa ampun. Setiap hari setelah pulang sekolah, memang perbuatan mengajak teman-temannya latihan itu sangat baik namun istirahat yang ia berikan sangat singkat dan dilanjut oleh latihan lagi.
“ayo dong! Kita harus menang lawan Cheetah!”, teriak Dion yang sedang berlari memutari lapangan beserta teman-temannya. Ia memang tidak mudah lelah, dan kelebihannya itulah membuat ia menjadi egois dan tidak memikirkan teman-temannya yang fisiknya tidak sekuat Dion.
“yon, gue istirahat dulu deh, gampang kok, besok kita bisa latihan lagi”, keluh Haris temannya sambil mengelap keringat.  “ gak gak! Gak bisa! Pokoknya tiap hari kita harus latihan, Cuma bulan ini aja kok!” jawabnya dengan nada tinggi, “iya, tapi gak gini juga kali, yon”, jawab Rifky, “ntar kalo ada yang sakit lagi gimana? Cowo juga kan manusia, gak selamanya dia bakal kuat!” sambung Rifky lagi. “aahh yaudah sana-sana, kalian tuh cemen tau gak! Cuma sebulan kok kita kaya gini, demi Lion hey!”,
“iya, yon, demi LION, LION itu kita. Kalo demi LION kita juga harus bisa ngertiin satu sama lain, gak egois!” jawab Zidan.
“yaudah, sana kalian pulang, gue masih disini, gue pengen kita menang lagi!”
Setelah mereka saling adu bicara dengan Dion, akhirnya mereka pulang karena waktu juga sudah menunjukan hari mulai larut.
Hari demi hari dilewati Dion dengan latihan lari dan beberapa push up dan sit up demi  kebugaran tubuhnya. Tugas sekolahpun ia abaikan, bahkan saat sedang latihan bersama teman-temannya, ia membedakan diri akibat percekcokan kemarin.
Tibalah hari dimana regu Lion melawan regu Cheetah. Muka Dion terlihat pucat dan seperti kurang tidur. Namun, ketika teman-temannya menanyakan kondisinya, Dion hanya menjawab “gue gak apa-apa ko, gue fine aja.” Jawabnya.
“GO LION GO LION GO!!” suara yel-yel dari para pendukung Lion dan Cheetah membuat suasana sangat ramai ditengah pengapnya ruangan indoor futsal.
Setelah beberapa menit berlangsung, Dion tampak sangat lesu dari sebelumnya dan kurang bersemangat, itu membuatnya kesal sendiri, bahkan skor sudah imbang.
‘duh, kenapa nih gue, tiba-tiba perut gue sakit banget, masa gue harus berhenti sih? Pokoknya gue harus menang dan gue harus bisa masukin bola ke gawang lawan’, ucap Dion dalam hati. Ia tidak mau digantikan oleh siapapun, bahkan istirahat sebentar saja dapat membuatnya gatal ingin berada didalam lapangan lagi. Namun sayang, ternyata di tengah permainan Dion tiba-tiba terjatuh dan membuat teman-temannya  tersontak kaget, seorang Dion yang selalu bersemangat serta kasar dan ingin selalu menang dapat terjatuh dan lemas. Tidak seperti biasanya.
Teman-temannya saling membantu, bahkan pertandingan sempat diundur beberapa menit untuk menyadarkan Dion. Saat Dion sadar, ia merasakan bagaimana rasanya memaksakan hal yang sesungguhnya tidak bisa ia lakukan pada saat itu juga.
Permainan pun dilanjutkan tanpa adanya Dion, namun ternyata skor tetap imbang dan membuat regu LION harus melawan CHEETAH di minggu selanjutnya. Dion merasa tidak enak dengan teman-temannya. ia dibawa ke rumah sakit terdekat untuk diperiksa bersama teman-temannya.
“makasih banyak ya, guys. Gue juga minta maaf atas kekasaran gue buat maksa kalian latihan tiap hari tanpa ampun, gue ngerasain apa yang dirasain Ari sekarang.” Sesalnya dan ia terpaksa harus diinfus untuk memasukan cairan agar ia segar kembali selama 2 jam.
“iya, kita udah maafin, kok. Tapi kita enggak mau kalo harus latihan setiap waktu, yon. Lu jadi ngerasain akibatnya kan? Jangan terobsesi dengan suatu kemenangan, menang kalah itu biasa dalam suatu permainan, karena Kemenangan sejati itu bukan karena lo gak pernah kalah, tapi karena lo sanggup bangkit lagi setiap kali lo jatuh”,  ujar Gaza di samping Dion yang lemah.
“iya, lo juga harus tau, yon. Menang bukan selalu berarti jadi yang pertama, menang berarti kamu melakukan yang lebih baik dari yang sudah lo lakukan sebelumnya. Jadi, ketika lo berusaha untuk jadi pemenang lo juga harus punya resiko kalah. Karena, Kalah itu mengajarkan kita untuk menjadi pemenang sejati, bukan menang karena MAKSA LATIHAN, haha”, ujar Haris sambil tertawa kecil, mengingat Dion yang selalu maksa untuk latihan, namun nyatanya Dion sendiri yang kena akibatnya.
“haha, ah bisa aja lo berdua”, jawab Dion sambil sedikit malu karena disindir Haris.
Sejak saat itu Dion selalu mementingkan keadaan terlebih dahulu, karena keadaanlah yang menentukan kita dikedepannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar